Booking link vs booking widget di website: mana yang cocok untuk bisnis Anda

Tim Termilo · Diterbitkan 12 September 2026 · 5 menit baca

Catatan

Booking link adalah halaman booking yang dihosting Termilo, cocok dibagikan di bio Instagram, WhatsApp, dan Google Business Profile. Booking widget menanam form yang sama di website bisnis, inline atau tombol pop-up, dengan warna brand dan tanpa label Termilo. Keduanya memakai jadwal, deposit, dan konfirmasi yang sama.

Apa itu booking link?

Booking link adalah alamat halaman booking Anda: termilo.id/book/ diikuti slug bisnis Anda. Link booking siap setelah satu formulir pendaftaran; di formulir itu Anda mengisi "Alamat link booking" lalu menekan "Publish link". Pelanggan membuka link, memilih layanan dan jam, mengisi nama dan nomor WhatsApp, lalu selesai tanpa membuat akun.

Halaman ini memakai warna, logo, bentuk tombol, dan font dari Pengaturan → Brand. Pelanggan dapat mengganti bahasa halaman ke Inggris. Lihat contohnya di halaman booking demo.

  1. Buka Ringkasan di dashboard. Di kotak "Aksi cepat", tekan "Bagikan link booking"; alamat tersalin.
  2. Tempel alamat itu di bio Instagram dan di balasan cepat WhatsApp Business Anda.
  3. Di Google Business Profile, tambahkan alamat yang sama di menu link bisnis sebagai link untuk membuat janji temu (lihat Sumber).
  4. Jangan mengganti "Slug booking" di Pengaturan → Umum setelah alamat tersebar; alamat lama berhenti bekerja.

Apa itu booking widget inline dan tombol pop-up?

Booking widget adalah form booking yang sama, ditanam di website Anda lewat satu potongan kode dari Pengaturan → Embed. Pengunjung memilih layanan dan jam tanpa berpindah alamat. Ada dua mode tampilan.

  • Inline: form tampil sebagai bagian halaman, misalnya di bawah daftar harga atau di halaman "Reservasi".
  • Tombol pop-up: kode memasang satu tombol. Saat ditekan, form terbuka di atas halaman dan tertutup lagi dengan klik di luar form.

Warna tombol dan kontrol widget mengikuti warna aksen brand Anda; gaya website dan gaya widget tidak saling mengubah. Label "Powered by Termilo" mengikuti sakelar "Tampilkan 'Powered by Termilo'" di Pengaturan → Brand. Matikan sakelar itu agar form tampil sepenuhnya sebagai milik bisnis Anda.

  1. Di Pengaturan → Embed, pilih "Mode embed": inline atau tombol pop-up.
  2. Tekan "Salin snippet". Slug bisnis Anda sudah tertulis di dalam kode.
  3. Tempel kode pada posisi form harus tampil: blok HTML kustom di WordPress, elemen Embed di Webflow, atau langsung di berkas HTML halaman.
  4. Terbitkan halaman, buka dari jendela pribadi, lalu buat satu booking uji. Booking uji muncul di menu Booking; batalkan dari sana agar slot terbuka lagi.

Semua atribut kode dijelaskan di panduan embed. Halaman pasang widget booking menampilkan pratinjau langsung kedua mode.

Apa beda keduanya dari cara pasang, tampilan brand, dan kanal?

Jadwal, layanan, harga, dan status booking sama di keduanya. Yang berbeda adalah tempat form tampil dan apa yang pelanggan lihat di sekelilingnya.

Perbandingan booking link dan booking widget
AspekBooking linkBooking widget
Cara pasangSalin alamat, tempel di kanal mana punSalin snippet, tempel di kode halaman website
Alamat yang dilihat pelanggantermilo.id/book/slug-andaAlamat website Anda sendiri
Tampilan brandWarna, logo, bentuk, dan font dari pengaturan brandWarna aksen brand; gaya website tidak bercampur
Label TermiloAda di alamat halamanDapat disembunyikan lewat sakelar Powered by
Kanal yang cocokBio Instagram, WhatsApp, Google Business Profile, kode QRBeranda, halaman layanan, landing page iklan, website klien agency
Bahasa untuk pelangganIndonesia dan Inggris, dipilih pelangganIndonesia
Data yang diisi pelangganNama, nomor WhatsApp, email opsionalNama dan nomor WhatsApp
Langkah bayar depositTampil di halaman bookingTidak tampil; arahkan layanan berdeposit ke link

Pada pemeriksaan hasil pencarian 12 September 2026, kata "embed" hampir tidak muncul di halaman produk booking berbahasa Indonesia (observasi Termilo). Aturtemu memasarkan halaman bookingnya sebagai link in bio, dan Serpis sebagai profil satu link (lihat Sumber).

Kapan booking link saja sudah cukup?

Pakai link saja bila pelanggan Anda datang dari Instagram, WhatsApp, dan pencarian Google, bukan dari website. Ini kasus umum untuk salon dan barbershop, klinik kecil, dan jasa panggilan. Tanda-tandanya:

  • Bisnis tidak punya website, atau website hanya berisi profil dan nomor telepon.
  • Sebagian layanan meminta deposit. Langkah pembayaran deposit hanya tampil di halaman booking.
  • Sebagian pelanggan berbahasa Inggris dan ingin membaca halaman booking dalam bahasa itu.
  • Anda ingin satu alamat yang sama di semua kanal, termasuk kode QR di meja kasir atau brosur.

Link tetap berguna setelah Anda memasang widget: keduanya membaca jadwal yang sama, jadi link menjadi jalur cadangan saat website sedang diperbaiki.

Kapan booking widget lebih tepat?

Pakai widget bila website Anda sudah menghasilkan kunjungan dan Anda ingin pengunjung memesan tanpa keluar dari halaman. Landing page iklan, halaman layanan dengan daftar harga, dan website klien agency adalah tempat widget bekerja paling baik. Tanda-tandanya:

  • Pengunjung datang dari iklan atau pencarian ke website, dan Anda ingin mereka memesan di halaman yang sama.
  • Website harus tampil sepenuhnya sebagai milik bisnis, tanpa label Termilo, misalnya website klien yang dibangun agency.
  • Anda mencatat booking sebagai konversi di alat analitik website; widget memberi tahu halaman saat booking terkirim.
  • Layanan yang ditawarkan di halaman itu tidak meminta deposit.

Owner SaaS yang menanam booking di produknya memakai widget yang sama, atau API bila butuh tampilan sendiri; lihat software booking untuk SaaS. Agency membaca cara memasang widget di website klien. Contoh per industri ada di hub software booking.

Bagaimana memakai keduanya tanpa jadwal ganda?

Link dan widget membaca layanan, jam buka, dan booking yang sama. Memakai keduanya tidak membuat dua jadwal: slot yang dipesan lewat widget hilang dari link, dan sebaliknya. Slot dicek ulang saat booking dibuat, sehingga dua pelanggan tidak mendapat slot yang sama.

  1. Rapikan katalog di Katalog → Layanan: nama, durasi, jeda setelah layanan, harga, dan staf yang melayani. Link dan widget menampilkan daftar ini apa adanya.
  2. Jam buka per hari dan tanggal libur diatur di dashboard. Jam kerja per staf dan blokir waktu diatur lewat API (lihat /docs/availability). Atur satu kali; keduanya mengikuti.
  3. Pilih cara menerima booking di Pengaturan → Booking. Mode persetujuan berlaku untuk semua booking di satu bisnis: setujui otomatis, atau setujui manual dengan slot ditahan 24 jam.
  4. Pasang link di kanal luar dan widget di website. Semua booking masuk ke menu Booking yang sama dengan status yang sama: menunggu, terkonfirmasi, selesai, batal, atau tidak hadir.

Jam sibuk di satu Google Calendar yang dihubungkan bisnis menutup slot untuk semua staf. Aturan itu berlaku untuk link dan widget sekaligus.

Catatan

Untuk mengubah jadwal atau membatalkan, pelanggan menghubungi bisnis lewat nomor yang tertera. Bisnis membatalkan booking dari dashboard, lalu pelanggan memesan jam baru. Aturan ini sama untuk booking dari link maupun dari widget.

Apa yang tidak boleh dimasukkan ke kode embed?

Kode widget hanya membawa slug bisnis, mode tampilan, dan warna aksen. Jangan menambahkan hal lain ke halaman website:

  • API key dari menu API keys dan rahasia webhook dari menu Webhooks. Keduanya untuk sistem lain, bukan untuk halaman web yang dapat dibuka siapa saja.
  • Harga atau daftar layanan yang diketik manual di samping widget. Widget membaca keduanya dari dashboard, jadi perubahan cukup dilakukan satu kali di Katalog → Layanan.

Batas sistem

Link dan widget menerima booking. Kasir, rekam medis, dan CRM tetap di sistem lain; setiap perubahan status booking dikirim otomatis ke sistem itu lewat webhook, dan kiriman yang gagal dicoba ulang.

Sumber

Baca juga

Vertikal

Mulai booking online untuk bisnis Anda hari ini

Buat halaman booking gratis